Pekerja Proyek Rehabilitasi SDN Panyingkiran IV Mengeluh Soal Upah Kerja

Proyek rehabilitasi SDN Panyingkiran IV.

KARAWANG – Proyek rehabilitasi SDN Panyingkiran IV, Kabupaten Karawang, diduga terkendala persoalan pembayaran upah pekerja. Sejumlah pekerja mengaku belum menerima pembayaran upah secara penuh meski telah bekerja selama hampir dua hingga tiga pekan. Kondisi tersebut membuat pekerjaan di lokasi terhenti sementara, Selasa (15/9/2026).


Salah seorang pekerja, Asep, mengatakan dirinya bersama sejumlah pekerja lain belum menerima upah sesuai waktu pembayaran yang sebelumnya dijanjikan. Ia menyebut pembayaran yang diterima sejauh ini baru berupa kasbon dengan nominal bervariasi.


“Menurut salah satu pekerja dari dua minggu bekerja di proyek rehabilitasi SDN Panyingkiran IV ini, saya selaku kuli belum dapat upah kerja. Dua minggu gaji enggak ada, kasbon enggak ada, kerja suruh jalan terus,” ujar Asep.


Menurut Asep, terdapat sekitar tujuh pekerja yang terlibat dalam pekerjaan tersebut, terdiri dari tiga tukang dan empat kenek. Sebagian pekerja disebut berasal dari luar wilayah sehingga membutuhkan biaya untuk makan dan transportasi selama bekerja.


Ia mengaku telah bekerja sekitar dua pekan, sementara sebagian pekerja lainnya sudah lebih lama berada di lokasi. Namun, pembayaran yang diterima baru sebatas kasbon sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.


“Kalau saya sudah kerja sekitar sepuluh hari baru satu kali kasbon. Kalau tukang sudah ada yang dua kali. Saya anggap itu enggak wajar, namanya sudah kerja dua sampai tiga minggu,” katanya.


Asep menyebut persoalan pembayaran tersebut telah disampaikan kepada mandor yang disebut bernama Pagino serta pihak pemborong yang disebut bernama Pira. Menurutnya, para pekerja berharap persoalan upah segera diselesaikan agar pekerjaan dapat kembali berjalan.


Di lokasi yang sama, Wakil Komite SDN Panyingkiran IV, Nurjaya yang biasa disapa Ketu, membenarkan adanya persoalan pembayaran upah pekerja. Ia mengatakan sejak awal terdapat kesepakatan bahwa pembayaran upah dilakukan setiap dua minggu, sementara kasbon diberikan setiap pekan.


“Saya sudah bilang secara langsung ke mandor dan pemborong, kapan gajian para pekerja ini? Sudah dua minggu. Saya katakan jangan sampai pekerjaan terbengkalai kalau tidak turun gaji,” ujar Nurjaya.


Nurjaya mengatakan persoalan tersebut kini berdampak terhadap keberlangsungan proyek rehabilitasi sekolah. Para pekerja disebut memilih berhenti bekerja sementara karena menuntut pembayaran hak mereka.


Menurutnya, kondisi tersebut dikhawatirkan membuat proses rehabilitasi semakin lama. Terlebih, sekolah membutuhkan penyelesaian pekerjaan sebelum memasuki musim hujan agar aktivitas belajar mengajar tidak terganggu.


“Satu, kita dikritik orang tua murid masalah bangunan. Dua, mau musim hujan, ingin cepat selesai dan sekarang masih begini. Ketiga, kita dituntut pekerja karena masalah gaji yang tersendat dua minggu,” katanya.


Nurjaya mengaku kecewa karena dirinya turut terlibat dalam pencarian pekerja untuk proyek tersebut. Ia mengatakan keluhan para pekerja akhirnya disampaikan kepadanya karena dirinya berada di lapangan dan ikut membantu mencarikan tenaga kerja.


“Saya wakil ketua komite enggak mau sekolah terbengkalai. Para pekerja menuntut ke saya karena saya yang mencari pekerjanya,” ujarnya.

Ia berharap pihak mandor dan pelaksana proyek segera menyelesaikan pembayaran upah para pekerja sehingga pekerjaan rehabilitasi SDN Panyingkiran IV dapat kembali dilanjutkan dan diselesaikan sesuai target.


“Harapan saya selaku wakil komite kepada mandor dan pemborong secepatnya membayar upah pekerja agar bisa berjalan lagi pekerjaannya dan cepat selesai, karena sebentar lagi mau musim hujan,” tutup Nurjaya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek rehabilitasi SDN Panyingkiran IV belum memberikan penjelasan mengenai tudingan keterlambatan pembayaran upah pekerja tersebut. Konfirmasi kepada pihak terkait diperlukan untuk memastikan penyebab pembayaran tertunda serta status penyelesaian kewajiban kepada para pekerja. (*)

BACA JUGA
METROPLUS.ID

Subscribe YouTube Kami Juga Ya