KARAWANG — Upaya mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Karawang mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, H. Erick Heryawan Kusumah, S.E. Ia mengapresiasi inovasi warga yang berhasil menciptakan mesin pemusnah sampah dengan sistem pirolisis, namun menekankan teknologi tersebut harus mampu mengubah residu menjadi produk bernilai ekonomi, bukan sekadar membakar sampah.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat meninjau langsung workshop pembuatan mesin di Dusun Pakuncen, Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Kamis (27/8/2026) sore.
Erick menilai inovasi karya warga ini patut didukung dan berpotensi menjadi solusi pengurangan volume sampah, termasuk di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jalupang.
“Jangan sampai hanya dibakar lalu selesai. Yang harus kita pikirkan bagaimana sampah dan residunya bisa menghasilkan nilai ekonomi,” ujarnya.
Sebagai anggota DPRD, Erick berkomitmen mendorong pemerintah daerah untuk memperhatikan pengelolaan sampah berbasis teknologi ini. Ia berharap dinas terkait dapat menyusun kebijakan yang mensyaratkan penggunaan alat pengolahan sampah guna mengurangi penumpukan sampah sejak dari sumbernya.
“Saya akan menjadikan ini misi agar dinas terkait mensyaratkan alat pengelolaan sampah, sehingga dapat mengurangi penumpukan di TPS Jalupang. Kami akan mendorong aturan tersebut diterbitkan, meski kewenangan kebijakan ada di kepala daerah,” tegasnya.
Sebelumnya, Erick juga telah menawarkan konsep pengolahan sampah serupa kepada Pemkab Karawang untuk dikembangkan menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).
Sutarto, salah satu pembuat mesin, menjelaskan alat pirolisis ini dirancang mengolah hingga 500 kilogram sampah dalam delapan jam menggunakan wood pellet sebagai bahan bakar. Inovasi warga Karawang ini bahkan mulai mendapat perhatian luar daerah, salah satu unit telah dipesan pengembang perumahan di Bekasi.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Sukaharja Iwan Setiawan, S.H., jajaran BUMDes, Sarjana Pendamping Desa, serta Bhabinkamtibmas Desa Sukaharja. Mesin karya warga ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. (*)
