![]() |
| Dewan Kehormatan (DK) PWI Jawa Barat, Oland PH Sibarani. |
BANDUNG — Oland PH Sibarani kembali dipercaya memimpin Dewan Kehormatan (DK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat untuk masa bakti 2026–2031. Kepercayaan tersebut diberikan secara aklamasi dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI Jawa Barat 2026 yang berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di Hotel Horison Bandung.
Terpilihnya Oland menandai berlanjutnya kepemimpinan Dewan Kehormatan yang diharapkan mampu menjaga integritas organisasi sekaligus memperkuat penegakan Kode Etik Jurnalistik di lingkungan PWI Jawa Barat selama lima tahun ke depan.
Usai terpilih, Oland menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh anggota serta pengurus PWI se-Jawa Barat atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa Dewan Kehormatan akan menjalankan tugas sesuai amanat organisasi, terutama dalam mengawasi pelaksanaan aturan, menjaga etika profesi, serta memastikan seluruh kebijakan organisasi tetap berjalan sesuai Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI dan Kode Etik Jurnalistik.
Menurutnya, Dewan Kehormatan memiliki peran strategis sebagai penjaga marwah organisasi. Fungsi tersebut tidak hanya sebatas memberikan penilaian ketika terjadi pelanggaran, tetapi juga menjadi pengingat apabila terdapat potensi persoalan yang dapat mengganggu soliditas maupun keharmonisan organisasi.
"Dewan Kehormatan hadir untuk memastikan seluruh roda organisasi berjalan sesuai aturan. Kami akan terus mengingatkan apabila ada potensi pelanggaran atau persoalan yang dapat mengganggu keharmonisan organisasi, sehingga semuanya tetap berada pada koridor AD/ART dan Kode Etik Jurnalistik," ujar Oland.
Ia juga menegaskan bahwa Dewan Kehormatan siap bersinergi dan memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan PWI Jawa Barat di bawah kepemimpinan Ketua PWI Jabar terpilih, Tantan. Menurut Oland, keberhasilan organisasi tidak dapat dibangun oleh satu orang, melainkan membutuhkan kerja sama seluruh unsur organisasi.
"Kami di DK akan mendukung penuh kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh pengurus. Saya tidak akan biarkan Tantan bekerja sendirian. Saya ada," tegas Oland.
Oland berharap kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2026–2031 mampu membangun organisasi yang semakin solid, harmonis, terbuka, dan saling melengkapi. Dengan semangat kebersamaan tersebut, ia optimistis PWI Jawa Barat dapat terus menjaga profesionalisme wartawan sekaligus meningkatkan kualitas organisasi di tengah tantangan dunia pers yang terus berkembang.
Salah satu agenda prioritas Oland setelah Konferprov adalah menyusun komposisi kepengurusan Dewan Kehormatan. Ia menargetkan susunan tersebut rampung dalam pekan ini agar seluruh program kerja dapat segera dijalankan. Oland menekankan pentingnya merekrut figur-figur yang memiliki kecerdasan, pengalaman, integritas, profesionalisme, serta pemahaman mendalam mengenai dunia kewartawanan dan organisasi.
"Harapan saya, dalam minggu ini susunan kepengurusan DK sudah dapat terbentuk. Kita membutuhkan orang-orang yang smart, berpengalaman, memiliki integritas, dan mampu bekerja bersama untuk menjaga kehormatan serta profesionalisme PWI Jawa Barat," katanya.
Lebih lanjut, Oland menegaskan bahwa Dewan Kehormatan akan mengedepankan pendekatan konstruktif dalam setiap penyelesaian persoalan organisasi. Setiap dinamika yang muncul harus disikapi melalui komunikasi yang baik, musyawarah, serta tetap berpedoman pada aturan organisasi. Sinergi antara Dewan Kehormatan dan jajaran pengurus PWI Jawa Barat diharapkan menjadi modal penting untuk memperkuat eksistensi organisasi, menjaga kepercayaan anggota, serta mempertahankan marwah PWI sebagai organisasi profesi wartawan yang menjunjung tinggi integritas, independensi, dan profesionalisme. (*)
