Nelayan Karawang Cemas, Material yang Diduga Oil Spill Kembali Cemari Pantai Pisangan

Material berwarna hitam pekat yang diduga oil spill ditemukan di Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (25/8/2026). 

KARAWANG — Material berwarna hitam pekat yang diduga limbah minyak atau oil spill kembali ditemukan di Pantai Pisangan, Desa Cemarajaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (25/8/2026). 


Kemunculan Material berbentuk butiran itu terbawa gelombang hingga ke bibir pantai dan mengotori hamparan pasir hingga memicu keresahan masyarakat pesisir, terutama nelayan dan petani tambak yang bergantung pada laut dan lingkungan pesisir sebagai sumber penghidupan.


Ketua Forum Masyarakat Pesisir Karawang, Ahmad Syafi’i, mengatakan karakter material yang ditemukan mengarah pada dugaan oil spill. Namun, ia menegaskan sumber dan jenis material tersebut belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.


“Limbah berupa butiran hitam ini dipastikan oil spill karena bentuknya yang persis seperti minyak. Ini jelas ada efeknya untuk nelayan, dampaknya langsung ke jaring ikan. Kalau minyaknya sudah melekat ke jaring, itu sangat susah dibersihkan,” ujar Ahmad, Selasa (25/8/2026).


Menurut Ahmad, investigasi dan pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan jenis material sekaligus menelusuri sumber pencemaran. Sejumlah kemungkinan perlu diperiksa, mulai dari aktivitas kapal tanker, kebocoran pipa di laut, aktivitas industri, hingga sumber lainnya.


Dugaan pencemaran tersebut juga dikhawatirkan berdampak terhadap ekosistem laut, biota perairan, kawasan tambak, serta alat tangkap nelayan apabila material terbukti merupakan limbah minyak.


Kemunculan material hitam di pesisir Karawang bukan kali pertama terjadi. Pada 2019, kawasan pesisir tersebut juga pernah terdampak pencemaran limbah minyak yang mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan.


Nelayan setempat, Sakam, mengatakan material hitam menyerupai limbah aspal terlihat di sepanjang bibir Pantai Pisangan. Warga menduga material tersebut berkaitan dengan aktivitas Pertamina, tetapi dugaan itu belum dapat dipastikan sebelum ada hasil pemeriksaan dari instansi berwenang.


Sakam mengatakan pencemaran berpotensi memberikan dampak terhadap nelayan dan petambak. Material minyak yang masuk ke kawasan tambak dikhawatirkan memengaruhi ikan dan biota lainnya, sedangkan bagi nelayan dapat mencemari atau merusak alat tangkap.


“Warga berharap ada penanganan permanen. Jangan sampai setelah dibersihkan, beberapa waktu kemudian muncul lagi,” kata Sakam.


Masyarakat meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan langsung ke Pantai Pisangan. Pemeriksaan diharapkan mencakup pengambilan sampel, uji laboratorium, pemetaan sebaran material, serta penelusuran sumber pencemaran.


Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah material yang ditemukan benar merupakan oil spill atau jenis limbah lainnya. Hasil pemeriksaan juga menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan dan pihak yang bertanggung jawab apabila pencemaran terbukti terjadi.


Warga berharap penanganan tidak berhenti pada pembersihan material yang terlihat di permukaan pantai. Pemulihan ekosistem pesisir dan perlindungan terhadap aktivitas nelayan serta petambak juga dinilai perlu menjadi bagian dari penanganan.


Apabila hasil investigasi membuktikan adanya pihak yang menyebabkan pencemaran, masyarakat meminta pertanggungjawaban dilakukan secara transparan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terhadap dampak lingkungan dan kerugian yang dialami masyarakat pesisir.(*)


BACA JUGA
METROPLUS.ID

Subscribe YouTube Kami Juga Ya