Kekeringan Meluas, BPBD Karawang Usulkan Langkah Strategis Jangka Panjang dan Kolaborasi Pentahelix

Penyaluran bantuan air bersih oleh BPBD Kabupaten Karawang ke wilayah yang terdamapak kekering.

KARAWANG – Menghadapi meluasnya dampak kekeringan yang melanda empat kecamatan di Kabupaten Karawang, yaitu, Telukjambe Barat, Ciampel, Pangkalan, dan Tegalwaru. BPBD Karawang menegaskan pentingnya penanganan menyeluruh, mulai dari penyaluran bantuan darurat hingga perbaikan sistem ketahanan air secara berkelanjutan.


Dalam pelaksanaan distribusi bantuan, tim BPBD menghadapi berbagai kendala lapangan, antara lain akses menuju lokasi terdampak yang sulit dijangkau, sehingga membutuhkan waktu, biaya operasional, dan tenaga yang lebih besar agar bantuan dapat sampai tepat sasaran.


Untuk memastikan bantuan diterima oleh yang paling membutuhkan, pihaknya melakukan asesmen mendalam melalui Tim Kaji Cepat, sekaligus berkoordinasi erat dengan pemerintah desa dan kecamatan.


"Penentuan prioritas distribusi dilakukan berdasarkan hasil asesmen Tim Kaji Cepat serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan. Kami juga meminta agar proses penyaluran disaksikan dan didampingi pemerintah setempat sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan, terutama kelompok rentan," jelas Usep Supriatna.


Hingga saat ini, BPBD bersama sejumlah mitra telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 237.000 liter guna menjawab kebutuhan mendesak warga yang kesulitan mendapatkan akses air bersih harian.


Sebagai langkah jangka panjang, BPBD mengusulkan sejumlah strategi untuk memperkuat ketahanan air di Karawang, mulai dari penyediaan toren air, perluasan layanan PDAM, pembangunan embung, bendungan, sumur bor, hingga pemompaan sumber air permukaan.


Selain itu, pemeliharaan mata air dengan menjaga ekosistem sekitarnya, serta reboisasi dan reklamasi lahan kritis menjadi sangat penting agar daerah resapan air kembali berfungsi secara optimal.


"Langkah yang perlu didorong meliputi penyediaan toren air, perluasan layanan PDAM, pembangunan embung dan bendungan, sumur bor, pompanisasi, pemeliharaan mata air, hingga reboisasi agar menjadi daerah resapan air alami," paparnya.


Penguatan kolaborasi lintas sektor ini juga merupakan arahan langsung dari Bupati Karawang, di mana seluruh perangkat daerah dilibatkan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.


"Atas kebijakan dan arahan Bapak Bupati Karawang, seluruh perangkat daerah dilibatkan dalam penanggulangan bencana sesuai tugas dan fungsinya. Kami terus membangun komunikasi, koordinasi, dan sinkronisasi dengan seluruh pihak agar penanganan bencana berjalan lebih efektif," katanya.


Di sisi lain, BPBD juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bertanggung jawab menjaga ketahanan air melalui perilaku sehari-hari yang lebih bijak.


"Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, memperbanyak daerah resapan melalui penanaman pohon, menyiapkan tempat penampungan air hujan, serta menjaga ekosistem agar tidak menjadi lahan kritis. Dengan menjaga lingkungan, kita juga mengurangi risiko kekeringan, longsor, dan dampak perubahan iklim di masa depan," pungkasnya. (Ade R.)

BACA JUGA
METROPLUS.ID

Subscribe YouTube Kami Juga Ya