Warga Sadjati Garden City 2 Keluhkan Kondisi TPU yang Tak Layak Pakai

Perumahan Sadjati Garden City 2 di Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang.

KARAWANG – Warga Perumahan Sajati, Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pengembang perumahan. Pasalnya, fasilitas Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang disediakan pengembang dinilai tidak layak karena berada di area persawahan yang sering tergenang air dan berlumpur.


Kondisi area pemakaman yang belum diurug tersebut menyulitkan warga saat harus memakamkan keluarga. Akibatnya, warga terpaksa beralih menggunakan TPU milik desa. Namun, kebijakan ini memicu polemik baru karena warga mengaku dibebankan biaya sebesar Rp1,5 juta yang diduga dipungut oleh oknum aparat desa untuk biaya administrasi dan penggalian makam.


Warga menegaskan bahwa penyediaan fasilitas pemakaman adalah kewajiban mutlak pengembang bagi konsumennya. Mereka menuntut pengembang segera melakukan pengurugan dan perbaikan agar lahan tersebut layak digunakan. Jika tuntutan ini diabaikan, warga mengancam akan melayangkan surat somasi kepada pihak pengembang.


"Jangan sampai masyarakat desa terus menanggung dampak dari kelalaian pengembang. Penyediaan sarana pemakaman adalah kewajiban pengembang kepada konsumen," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.


Menanggapi pungutan tersebut, Kaur Sosial Desa Karangsinom, Opik, menyatakan bahwa biaya Rp1,5 juta digunakan untuk operasional penggalian dan administrasi. Ia menjelaskan bahwa pihak desa sebenarnya membatasi penggunaan TPU desa bagi warga perumahan.


"Pemerintah Desa pada prinsipnya menolak warga perumahan dimakamkan di TPU desa. Jika terjadi (pemakaman di TPU desa), itu karena unsur kemanusiaan dan kebijakan khusus karena kondisi pemakaman perumahan yang banjir dan berlumpur," jelas Opik.


Polemik ini kini menjadi sorotan warga karena dianggap sebagai bentuk pengabaian hak konsumen oleh pengembang. Jika pengembang tidak segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki fasilitas pemakaman, warga khawatir persoalan ini akan memicu konflik sosial yang lebih luas di Desa Karangsinom.


Pihak pengembang saat dikonfirmasi menyatakan akan berkoordinasi dengan tim yang ada dilapangan.


"Kita akan cek dan berkoordinasi dengan tim yang ada di lapangan. Kalau memang perlu diselesaikan akan kita selesaikan," ujar pengembang. (Bodong)

BACA JUGA
METROPLUS.ID

Subscribe YouTube Kami Juga Ya