Pembelajaran Berbasis Keterampilan dan Pemberdayaan, PKBM Jadi Solusi Alternatif Atasi APS

Ketua FK-PKBM Provinsi Jawa Barat, Heru Saleh, S.Pd., M.Pd.

METROPLUS.ID - KARAWANG | Polemik penerimaan peserta didik baru (PPDB) nyaris terjadi setiap tahun ajaran baru. Keterbatasan daya tampung sekolah negeri serta biaya tinggi di sejumlah sekolah swasta membuat sebagian orang tua kesulitan mendapatkan akses pendidikan terbaik bagi anaknya.


Ketua Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Provinsi Jawa Barat, Heru Saleh, menilai keinginan orang tua untuk memberikan pendidikan terbaik merupakan hal yang wajar. Namun, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bisa ditempuh melalui jalur sekolah formal.


“Pendidikan terbaik memang penting, tetapi sekolah formal bukan satu-satunya jalan. Masih ada alternatif lain yang diakui negara,” ujarnya, Senin (22/6/2026).


Menurut Heru, anak yang tidak tertampung di sekolah formal bukan berarti kehilangan masa depan. PKBM dapat menjadi solusi agar anak tetap mendapatkan pendidikan yang layak sekaligus memperoleh ijazah yang diakui.


Ia menegaskan komitmen PKBM di Jawa Barat untuk menjadi garda terdepan dalam menangani Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Anak Putus Sekolah (APS)


Selain itu, PKBM juga menekankan pembelajaran berbasis keterampilan dan pemberdayaan sebagai bagian penting dalam meningkatkan potensi peserta didik.


“Tidak hanya teori, keterampilan menjadi pembelajaran wajib di PKBM agar anak memiliki daya saing di dunia kerja maupun usaha,” katanya.


Heru berharap masyarakat mulai membuka perspektif bahwa pendidikan nonformal melalui PKBM dapat menjadi solusi strategis dalam menjawab persoalan akses pendidikan di Jawa Barat. (*)

BACA JUGA
METROPLUS.ID

Subscribe YouTube Kami Juga Ya