![]() |
| Aksi protes terhadap lambannya penanganan laporan di Polres Karawang. |
KARAWANG — Seorang pemuda asal Karawang menggelar aksi diam seorang diri di depan kantor Polres Karawang, Kamis (12/3/2026), sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan sejumlah laporan masyarakat oleh aparat kepolisian.
Dalam aksi tersebut, pemuda bernama Tri Prasetio Putra Mumpuni berdiri sendirian sambil membawa poster berisi kritik. Ia tidak melakukan orasi dan memilih menyampaikan pesan protes secara damai melalui aksi simbolik.
Tri mengatakan, aksi ini merupakan bentuk kegelisahan sekaligus kritik terhadap pelayanan hukum yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil.
“Aksi ini adalah bentuk protes moral saya terhadap lambannya penanganan laporan masyarakat di Polres Karawang. Banyak orang kecil yang datang mencari keadilan, tetapi prosesnya sangat lama dan penuh ketidakpastian,” ujar Tri kepada media.
Menurut Tri, banyak masyarakat yang telah melaporkan kasus kepada pihak kepolisian, namun harus menunggu lama tanpa kepastian proses hukum. Kondisi tersebut, kata dia, menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa keadilan berjalan lebih cepat bagi pihak-pihak tertentu.
Ia juga mengkritisi anggapan yang berkembang di masyarakat bahwa proses penanganan perkara sering kali berjalan lebih cepat apabila pelapor memiliki kekuatan ekonomi atau jabatan tertentu.
“Yang menjadi pertanyaan besar bagi saya adalah, kenapa masyarakat kecil yang tidak punya uang harus membayar begitu mahal untuk mendapatkan keadilan? Bahkan ada anggapan di masyarakat bahwa penyidikan baru berjalan kalau ada uang lebih dulu,” ungkapnya.
Tri menambahkan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum apabila tidak segera dibenahi secara serius.
Meski menyampaikan kritik, Tri menegaskan bahwa aksi diam yang dilakukannya bukan bertujuan menyerang institusi kepolisian secara pribadi.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kritik konstruktif agar pelayanan hukum dapat berjalan lebih transparan, profesional, dan adil.
“Aksi ini bukan kebencian terhadap institusi, tetapi bentuk kepedulian agar hukum benar-benar hadir untuk semua orang tanpa membedakan siapa yang punya uang, siapa yang punya jabatan, dan siapa rakyat biasa,” tegasnya.
Tri berharap kritik yang disampaikannya dapat menjadi perhatian bagi pihak Polres Karawang agar meningkatkan respons serta keseriusan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
Aksi diam tersebut berlangsung tertib dan damai di depan kantor Polres Karawang sebagai simbol harapan masyarakat agar keadilan dapat ditegakkan secara setara bagi semua pihak. (*)
