Peringati Hari Ginjal Sedunia, Primaya Hospital Karawang Gelar Edukasi Hemodialisa bagi Pasien

Edukasi Hemodialisa di Primaya Hospital Karawang.

KARAWANG — Dalam rangka memperingati World Kidney Day atau Hari Ginjal Sedunia, Primaya Hospital Karawang menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Beyond Dialysis: Living Fully Everyday”. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus dukungan kepada pasien penyakit ginjal, khususnya pasien yang menjalani terapi hemodialisa, agar tetap dapat menjalani hidup secara aktif dan berkualitas.


Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Supris Yurit Efrin P, M.Sc, Sp.Pd menjelaskan bahwa penyakit ginjal sering disebut sebagai “silent disease” karena pada tahap awal kerap tidak menimbulkan gejala yang jelas. Banyak penderita baru menyadari adanya gangguan pada ginjal ketika kondisinya telah memasuki tahap lanjut.


“Ini bukanlah akhir, justru awal dari babak baru dalam perjalanan hidup. Pasien tidak perlu berkecil hati, karena dengan pengelolaan yang baik, dukungan tenaga medis, serta semangat dari keluarga, pasien tetap dapat menjalani hidup dengan penuh makna dan produktif,” ujar dr. Supris dalam kegiatan tersebut.


Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 1 dari 10 orang di dunia mengalami gangguan ginjal. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele, seperti kurang minum air putih, konsumsi garam berlebihan, penggunaan obat tanpa pengawasan tenaga medis, konsumsi minuman manis dan bersoda secara berlebihan, kurang tidur, serta stres kronis.


Selain membahas pencegahan penyakit ginjal, kegiatan ini juga memberikan edukasi khusus bagi pasien yang sudah menjalani terapi hemodialisa. dr. Singgih Syahrial, dokter penanggung jawab layanan hemodialisa di Primaya Hospital Karawang, memaparkan pentingnya pengaturan pola makan bagi pasien dialisis.


Menurutnya, nutrisi yang tepat sangat berperan dalam menjaga kondisi tubuh pasien, membantu mengontrol kadar cairan, serta menjaga keseimbangan nutrisi selama menjalani terapi dialisis secara rutin.


Edukasi kemudian dilanjutkan oleh tim perawat hemodialisa yang memberikan penjelasan mengenai perawatan akses vaskular, khususnya Vascular Cimino dan Central Dialysis Line (CDL) yang menjadi akses penting dalam proses hemodialisa. Pasien diimbau untuk menjaga kebersihan area akses, menghindari tekanan berlebih pada lengan yang digunakan untuk Cimino, serta rutin memantau kondisi akses vaskular guna mencegah komplikasi.


Melalui kegiatan ini, Primaya Hospital Karawang menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga mendampingi serta memberdayakan pasien penyakit ginjal melalui edukasi, dukungan, dan perawatan berkelanjutan.


Dengan pemahaman yang tepat, dukungan tenaga kesehatan, serta penerapan gaya hidup sehat, pasien penyakit ginjal diharapkan tetap dapat menjalani kehidupan secara optimal dan produktif, bahkan saat menjalani terapi dialisis. (*)


BACA JUGA
METROPLUS.ID

Subscribe YouTube Kami Juga Ya