Ketua IWO Karawang Desak Rektor Unsika Beri Sanksi Tegas pada Oknum Humas yang Kasar pada Wartawan

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karawang, Joen, SH.

KARAWANG – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karawang, Joen, SH., mendesak rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) untuk memberikan sanksi tegas terhadap oknum humas yang diduga bersikap kasar kepada wartawan.


Pernyataan ini disampaikan menyusul polemik dugaan arogansi oknum humas Unsika yang menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir.


Menurut Joen, perilaku tersebut tidak mencerminkan sosok terdidik yang seharusnya menjadi representasi lembaga pendidikan tinggi.


“Sebagai institusi akademik, Unsika seharusnya menjadi contoh dalam etika komunikasi dan keterbukaan informasi. Jika benar ada ucapan tidak pantas kepada wartawan, itu jelas tidak mencerminkan sikap orang terdidik,” tegasnya, Kamis (19/2/2026).


Joen menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele. Ia menegaskan bahwa fungsi kehumasan memiliki peran strategis sebagai wajah institusi di ruang publik.


Jika tidak ada langkah tegas dari pihak kampus, kata dia, polemik ini justru berpotensi memperburuk citra Unsika sebagai perguruan tinggi negeri.


“Kalau tidak ada langkah tegas dan oknum tersebut masih dipertahankan, citra Unsika bisa semakin rusak. Ini tentu sangat merugikan institusi sebagai lembaga pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi etika dan profesionalisme,” ujarnya.


Lebih lanjut, Joen mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap kampus dapat tergerus apabila komunikasi publik tidak dikelola secara bijak, terutama di tengah sorotan isu transparansi dan akuntabilitas.


Ia juga mendorong pihak rektorat untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fungsi kehumasan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.


“Ini momentum bagi Unsika untuk berbenah. Keterbukaan terhadap kritik dan menghormati kerja jurnalistik adalah bagian dari budaya akademik yang sehat,” katanya.


Joen turut mempertanyakan komitmen pimpinan kampus dalam menyikapi persoalan tersebut. Menurutnya, jika tidak ada tindakan tegas, publik berhak mempertanyakan sikap rektor.


“Jika rektor tidak mau mengambil langkah tegas terhadap oknum humas yang kerap membuat gaduh, maka nalar kita bertanya apa yang membuat rektor tidak berani,” ujarnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang terkait tuntutan dari IWO Karawang tersebut. (*)


BACA JUGA
METROPLUS.ID

Subscribe YouTube Kami Juga Ya