![]() |
| Kepala Bulog Karawang, Umar Said. |
Kepala Bulog Karawang, Umar Said mengatakan, penyerapan dilakukan secara bertahap sejak awal panen dan terus meningkat seiring meluasnya areal panen di berbagai wilayah.
“Hasta saat ini, kami sudah menyerap hasil panen petani lebih dari 20.000 ton gabah,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Penyerapan gabah dilakukan melalui pembelian Gabah Kering Panen (GKP) sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
Bulog Karawang menyebutkan, gabah yang diserap berasal dari sentra produksi padi di wilayah utara, tengah, hingga selatan Karawang.
“Penyerapan dilakukan hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Karawang,” jelasnya.
Sejumlah kecamatan yang menjadi kontributor utama antara lain Rawamerta, Lemahabang, Majalaya, Banyusari, Jatisari, Rengasdengklok, Tirtajaya, dan Tempuran.
Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Karawang menerapkan pola jemput gabah langsung ke lokasi panen dengan melibatkan penyuluh pertanian, Babinsa, kelompok tani, serta mitra penggilingan. Skema ini memudahkan petani menjual hasil panen tanpa harus bergantung pada tengkulak.
“Kami terus mensosialisasikan kepada petani bahwa harga pembelian gabah sesuai HPP, yakni Rp6.500 per kilogram,” tuturnya.
Penyerapan lebih dari 20.000 ton gabah tersebut menjadi indikator kuatnya produksi padi Karawang sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Selain menjaga harga gabah tetap stabil, langkah ini juga memberikan kepastian pasar bagi petani di tengah fluktuasi harga saat panen raya.
Bulog Karawang memastikan penyerapan akan terus berlanjut selama panen masih berlangsung di sejumlah kecamatan. Petani diimbau memanfaatkan jalur resmi Bulog agar hasil panen terserap optimal sesuai ketentuan pemerintah.
Dengan capaian tersebut, Bulog Karawang menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah petani guna menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional. (*)
