![]() |
| Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, setelah membuka Rakerwil FK-PKBM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, di Aula BBGTK Provinsi Jawa Barat, Selasa (13/1/2026). |
BANDUNG – Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, SE, secara resmi membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Provinsi Jawa Barat Tahun 2026, yang digelar di Aula BBGTK Provinsi Jawa Barat, Selasa (13/1/2026).
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Jawa Barat menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap keberadaan dan peran PKBM dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Jawa Barat.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjembatani FK-PKBM dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, khususnya terkait program peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
“PKBM memiliki peran strategis dalam mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan nonformal. Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendukung dan memperkuat sinergi agar PKBM terus berkembang,” ujar Erwan Setiawan.
Wakil Gubernur Jawa Barat juga secara resmi membuka Musyawarah Wilayah Rakerwil FK-PKBM Provinsi Jawa Barat serta berpesan agar FK-PKBM terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam membangun masyarakat Jawa Barat yang unggul dan istimewa.
Rakerwil FK-PKBM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 mengusung tema “Menjadikan PKBM Berprestasi dan Membangun Sinergitas yang Komunikatif dan Humanis.” Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, BBGTK, dan BPMP Provinsi Jawa Barat. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat diwakili oleh Kepala Bidang SMA Provinsi Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua FK-PKBM Provinsi Jawa Barat, Heru Saleh, M.Pd, menyampaikan bahwa Rakerwil menjadi forum strategis untuk mengevaluasi program kerja, menyusun perencanaan ke depan, serta memperkuat koordinasi antar PKBM se-Jawa Barat.
Menurut Heru, PKBM diharapkan dapat berperan sebagai instrumen pembangunan SDM dan pengentasan kemiskinan, pusat inkubasi UMKM desa dan kewirausahaan masyarakat, serta berkontribusi dalam penurunan angka anak putus sekolah, peningkatan literasi dan numerasi.
Selain itu, FK-PKBM Provinsi Jawa Barat juga mendorong digitalisasi pendidikan nonformal melalui penguatan database, website, dan platform pembelajaran, serta meminta pengakuan dan dukungan kebijakan yang lebih kuat dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap keberlangsungan PKBM. (*)
