![]() |
| Ilustrasi |
KARAWANG | Harga gabah anjlok di sejumlah wilayah Kabupaten Karawang, namun hingga Rabu (21/1/2026) Perum Bulog Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para petani tersebut.
Padahal, upaya konfirmasi telah dilakukan awak media sejak Senin (19/1/2026) kepada Humas Bulog Karawang. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons yang diberikan.
Kondisi harga gabah anjlok ini sebelumnya menjadi sorotan DPRD Kabupaten Karawang. Wakil Ketua Komisi II DPRD Karawang, Nurhadi, menilai Bulog seharusnya segera turun langsung ke lapangan untuk merespons keluhan petani, khususnya di Kecamatan Cibuaya dan Kecamatan Pedes.
“Harga gabah saat ini ada yang hanya Rp4.000 per kilogram, bahkan paling tinggi sekitar Rp5.000 per kilogram. Padahal harga acuan pemerintah mencapai Rp6.500 per kilogram,” ujar Nurhadi.
Menurutnya, Bulog memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga gabah agar tidak anjlok, melalui penyerapan langsung hasil panen petani. Namun hingga kini, DPRD belum melihat adanya langkah konkret dari Bulog Karawang di lapangan.
“Bulog jangan hanya menunggu di gudang. Mereka harus turun langsung ke sawah dan membeli gabah petani, meskipun kondisinya agak basah, tentu dengan perhitungan teknis,” tegasnya.
Nurhadi juga mengingatkan bahwa Bulog menjalankan mandat pemerintah pusat untuk aktif menyerap gabah petani dalam berbagai kondisi, sebagai upaya melindungi kesejahteraan petani serta menjaga ketahanan pangan nasional.
Selain Bulog, DPRD Karawang mendorong Dinas Pertanian Kabupaten Karawang untuk segera berkoordinasi dengan Bulog dan pelaku usaha penggilingan padi agar harga gabah tidak terus anjlok di tingkat petani.
Sementara itu, para petani di wilayah Cibuaya dan Pedes berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah maupun Bulog Karawang, agar hasil panen mereka dapat terserap dengan harga yang layak dan tidak merugikan petani. (*)
