![]() |
| Penanaman jagung oleh Polda Jabar di Purwakarta. |
PURWAKARTA – Program penanaman jagung serentak seluas 750 hektare yang digelar Polda Jawa Barat di Kabupaten Purwakarta tidak hanya menyasar ketahanan pangan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pedesaan.
Dengan target produksi mencapai 3.000 ton, kegiatan ini diproyeksikan menciptakan perputaran ekonomi miliaran rupiah di sektor pertanian lokal.
Penanaman dilakukan di 15 desa, salah satunya Desa Cipancur, Kecamatan Cibatu, Kamis (29/1/2026), dengan melibatkan Polres Purwakarta, TNI, Kementerian Pertanian, serta Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Purwakarta. Di Desa Cipancur sendiri, lahan yang dimanfaatkan mencapai 2 hektare.
Satgas Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Purwakarta menyebut, dengan asumsi harga jagung pipilan kering di tingkat petani berada di kisaran Rp4.000 per kilogram, total produksi 3.000 ton berpotensi menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp12 miliar. Nilai tersebut diharapkan langsung berdampak pada peningkatan pendapatan petani dan masyarakat sekitar.
Selain nilai produksi, program ini juga menyerap tenaga kerja lokal. Sejak tahap pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan tanaman, ratusan warga dilibatkan sebagai tenaga harian. Kondisi ini memberi tambahan penghasilan sementara bagi masyarakat desa, khususnya di tengah fluktuasi ekonomi sektor non-pertanian.
“Kami menyiapkan bibit unggul dan pendampingan teknis secara gratis agar produktivitas petani meningkat dan biaya produksi bisa ditekan,” ujar Nana, perwakilan Satgas Tani Merdeka Indonesia Purwakarta.
DPD Tani Merdeka Indonesia Purwakarta menegaskan pengawalan program hingga masa panen serta membuka akses pemasaran hasil jagung melalui koordinasi dengan Bulog. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan hasil panen terserap pasar.
Polres Purwakarta menilai program ini tidak hanya berdampak pada ekonomi pertanian, tetapi juga memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat, sekaligus menjaga stabilitas sosial di wilayah pedesaan.
