Kwalitas Proyek Peningkatan Jalan Pawarengan–Tirtasari di Karawang Diragukan

Proyek pekerjaan peningkatan jalan Pawarengan–Tirtasari di Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang.

KARAWANG – Pekerjaan peningkatan jalan Pawarengan–Tirtasari yang berlokasi di Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya, Kabupaten Karawang, menuai sorotan dari masyarakat sekitar. Proyek yang dikerjakan oleh CV Hutami & Co tersebut dinilai belum memenuhi harapan warga.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat tumpukan material basecourse dan batu kapur yang masih berserakan di sepanjang ruas jalan meski proses pengecoran telah dilakukan sekitar dua hari sebelumnya. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena menyebabkan permukaan jalan menjadi licin saat hujan turun.

‎Selain persoalan kebersihan lokasi pekerjaan, warga juga menyoroti kualitas material batu kapur yang digunakan. Menurut warga, batu kapur yang tampak berwarna kemerahan dan terlihat kotor dinilai berbeda dari material yang biasa digunakan pada pekerjaan serupa.

‎“Batu kapurnya terlihat merah seperti tanah, bukan putih bersih seperti biasanya. Kami khawatir kualitasnya kurang baik dan tidak bertahan lama,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

‎Warga juga mengeluhkan hasil pengecoran jalan yang dinilai tidak rata dan bergelombang. Bahkan, pada beberapa titik terlihat genangan air, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas dan daya tahan jalan tersebut.

‎“Pengecorannya terlihat kurang rapi, permukaan jalan tidak rata dan ada genangan air,” ungkap warga dengan nada kecewa.

‎Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak pihak terkait serta pengawas proyek untuk segera turun ke lapangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan yang dilaksanakan oleh CV Hutami & Co. 

‎Warga berharap proyek peningkatan jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

‎“Kalau ini proyek pemerintah, seharusnya dikerjakan dengan baik dan benar, bukan asal jadi dan justru menyulitkan masyarakat,” tegas warga lainnya.

‎Sementara itu, saat dilakukan upaya konfirmasi kepada salah satu pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, H. Suhud, melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh tanggapan. Pesan yang dikirimkan diketahui telah dibaca, namun belum mendapat balasan.

‎Warga berharap perhatian dan tindak lanjut dari pihak berwenang agar pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. (*)

BACA JUGA
METROPLUS.ID

Subscribe YouTube Kami Juga Ya