![]() |
| Kepala Desa Panyingkiran, M. Kusnaedi, S.Pd.I, saat membuka pintu saluran irigasi BR 3 di wilayah Desa Sukamerta, Kecamatan Rawamerta, Karawang, pada Senin malam (28/7/2025). |
Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Panyingkiran, M. Kusnaedi, S.Pd.I, guna memastikan distribusi air sampai ke lahan pertanian di wilayahnya.
“Kami bersama para petani dan perangkat desa turun langsung ke bak bagi di BR 3 untuk membuka jalur air menuju sawah di Blok Sumur Kacang, Cimendong, dan Cipalawad,” ujar Kusnaedi.
Kades Kusnaedi menambahkan, air irigasi baru bisa mencapai lokasi setelah tiga malam, dan itu pun harus dijaga semalaman agar tidak dialihkan ke desa lain seperti Pasirkaliki dan Pasirawi.
Menurut Kusnaedi, kondisi tersebut menandakan krisis manajemen distribusi air yang dapat berdampak serius terhadap hasil pertanian. Ia pun meminta perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya PJT dan Dinas Pertanian, agar segera membangun saluran irigasi tambahan di BR 4 Sukamerta.
“Jika dibuatkan saluran di BR 4, maka petani Panyingkiran tidak harus berebut air dengan desa lain saat musim tanam. Total lahan pertanian di tiga blok kami mencapai 80 hektare,” jelasnya.
Ia memperingatkan bahwa jika masalah ini dibiarkan, potensi konflik antardesa bisa terjadi, mengingat tingginya kebutuhan air saat masa tanam.
“Selama ini kami hanya kebagian air buangan dari Sukamerta, itu pun kalau petani di sana mau berbagi,” tutup Kusnaedi.
Kondisi ini mencerminkan urgensi pembenahan infrastruktur irigasi di wilayah hilir Karawang, yang menjadi penopang utama sektor pertanian lokal.
Pewarta: Mat Rahmat
