![]() |
| Kade Sumurkondang Kecamatan Klari Kabupaten Karawang saat marah kepada warga yang melakukan aksi unjuk rasa di depan PT. MJR. |
Metroplus.id - Karawang, Pada saat warga Desa Sumurkondang Kecamatan Klari Kabupaten Karawang melakukan aksi unjuk rasa di depan PT. Mahkota Jaya Raya (MJR), Selasa (7/2/2023), diwarnai dengan tindakan provokatif yang dilakukan oleh Kepala Desa Sumur Kondang, Saepul Azis. Hal tersebut pun sangat disayangkan oleh Ketua Paguyuban Karawang Tandang Dudung Ridwan.
Awalnya, kepala desa datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan kecepatan tinggi, bahkan hampir menabrak pengendara motor lain. Kemudian memasuki area unjuk rasa dengan menabrak dan membuka alat peraga aksi, bahkan menendang mobil komando aksi, sambil berteriak dengan kata kata kasar yang tindak pantas.
"Sudah seharusnya seorang kepala desa ketika ada masalah warga desanya melakukan langkah dan tindakan untuk mencari jalan keluar atau solusi atas apa yang di kehendaki warganya, bukan malah melakukan tindakan provokatif di arena aksi. Masih untung peserta aksi masih bisa menjaga diri, jika peserta aksi tidak mampu mengendalikan diri, mungkin ceritanya lain," demikian diungkapkan Dudung Ridwan dalam rillisnya yang dikirimkan ke redaksi nuansametro.co.id. Selasa (7/2).
Lebih lanjut Dudung mengungkapkan, bahwa sikap Kepala Desa Tersebut perlu mendapat perhatian khusus bagi Camat dan Kepala Dinas DPMPD, untuk melakukan pembinaan khusus kepada Kepala Desa Sumur Kondang, baik pembinaan secara mental ataupun ideologi sekalian.
"Karena jika seorang Pemimpin tidak lagi peduli malah terkesan memperkeruh suasana masyarakat, fahami Pancasila, fahami tugas dan fungsi Kepala Desa, rangkul semua warga tanpa lagi membedakan itu pendukungnya atau bukan,". Jelas Dudung.
Di tempat yang sama Ketua Forum Masyarakat Sumur Kondang Bersatu Endra, didampingi Wakil Ketua Ridwan Bawil, mereka ikut prihatin dan menyayangkan atas tindakan arogan Kepala Desa, yang seharusnya menjadi teladan di lingkungan malah terkesan memicu keributan.
"Apalagi disaat kami warganya sendiri sedang melakukan Aksi menuntut hak atas operasional PT. Mahkota Jaya Raya, bukan kami tidak berani melawan arogansi Kepala Desa, tapi kami tidak mau ada keributan di lokasi aksi, dan kami masih bisa mengendalikan diri, tidak terpancing oleh tindakan dugaan Provokatif Kepala Desa," Ujar Endra.
Terkait Permasalahan yang melatar belakangi tindakan Kepala Desa tersebut, pihaknya memahami, namun tidak perlu bertindak konyol seperti itu, apalagi dilokasi aksi yang situasinya panas, dan disaksikan oleh Aparat Penegak Hukum.
Sementara Ridwan Bawil mengatakan, bahwa tindakan Kepala Desa Sumur Kondang membuktikan, bahwa Kepala Desa tidak mendukung Apa yang dilakukan warganya.
"Dan bukan kami tidak tau, kalau Kepala Desa bersama perangkat Desa , sebelum aksi terjadi masuk menemui manajemen PT. MJR, diduga bukan untuk mencari solusi dan menfasilitasi warganya, tapi hanya sebatas Koordinasi, dan lebih ironis lagi Aparat Desa yang datang bersama Kepala Desa Ke MJR, sempat menghadang kami di lokasi aksi dan meminta kami untuk tidak melakukan aksi," ujar Ridwan Bawil.
"Disini jelas bahwa Pemerintah Desa tidak mendukung kami dalam memperjuangkan Hak warganya, disini semua dapat menilai kalau pihak Desa memihak kemana, sehingga kami menyatakan bahwa kami tidak terima dengan tindakan Kepala Desa, kami tunggu permohonan maafnya, genderang perang sudah ditabuh oleh Kepala Desa, lami punya hak sebagai rakyatnya untuk melakukan langkah atas tindakan Kepala Desa tersebut," tandasnya.
Ridwan Bawil mengingatkan Kepala Desa harus bisa merangkul semua komponen masyarakat, agar melupakan dukung mendukung calon pada saat Pilkades, mau mendukung atau tidak mendukung setelah duduk maka wajib bagi seorang Kades untuk merangkulnya.
"Saya tunggu itikad baik Kepala Desa, kalau dia ngaku seorang Pemimpin ayo temui kami, bicara sama kami," Pungkasnya.
Hingga berita ini dipublish kepala desa Sumur Kondang belum bisa di konfirmasi.
(DN/red)
