![]() |
| Upacara bendera Hari Santri Nusantara (HSN) 2026 di Pondok Pesantren Sumber Barokah. |
Kegiatan yang dipimpin KH Ir. Mustaghfirin tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia serta memperkuat peran santri di tengah perkembangan zaman.
Upacara HSN 2026 di Sumber Barokah dihadiri unsur Muspika Telukjambe Timur, TNI-Polri, kepala desa, serta perwakilan sejumlah pondok pesantren, di antaranya Ponpes Al-Muhajirin, Miftahul Jannah, dan Al-Ridwan. Perwakilan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Karawang juga turut hadir.
Sejumlah calon Kepala Desa Wadas ikut menghadiri kegiatan tersebut. Mereka yakni Hj. Ai Komara Junaedi dengan nomor urut 1, Mashudi atau Budi Georn nomor urut 2, H. Halim Topan nomor urut 3, Ujang Herdiana nomor urut 4, dan Abdul Gopur nomor urut 5.
Prosesi upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan para santri sebagai pasukan pengibar bendera. Keterlibatan santri tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan Sumber Barokah.
Prosesi upacara berlangsung khidmat dengan melibatkan para santri sebagai pasukan pengibar bendera. Keterlibatan santri tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di lingkungan Sumber Barokah.
Dalam amanatnya, KH Ir. Mustaghfirin menyoroti nilai perjuangan yang terkandung dalam Resolusi Jihad. Peristiwa bersejarah tersebut menjadi pengingat atas peran ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk dalam rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan Pertempuran 10 November 1945.
Hari Santri Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang kontribusi pesantren dan santri dalam perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat nilai keagamaan, persatuan, dan kebangsaan.
Di tengah perkembangan zaman, santri juga diharapkan mampu berkontribusi dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, ekonomi hingga kehidupan sosial. Kemampuan beradaptasi tersebut perlu berjalan seiring dengan penguatan akhlak, integritas, dan semangat nasionalisme.
Peringatan HSN 2026 di Sumber Barokah juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara kalangan pesantren, pemerintah, aparat, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi santri dalam pembangunan dan kehidupan bermasyarakat.
Melalui peringatan HSN 2026, semangat perjuangan ulama dan santri diharapkan tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata. Nilai pengabdian, persatuan, dan kepedulian sosial diharapkan terus menjadi landasan bagi generasi santri dalam berkontribusi untuk bangsa dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju. (Zen)
Melalui peringatan HSN 2026, semangat perjuangan ulama dan santri diharapkan tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata. Nilai pengabdian, persatuan, dan kepedulian sosial diharapkan terus menjadi landasan bagi generasi santri dalam berkontribusi untuk bangsa dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju. (Zen)
