![]() |
| Komandan Satuan Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Letkol Wisnu. |
KARAWANG – Komandan Satuan Resimen Latihan dan Pertempuran (Menlatpur) Kostrad Sanggabuana, Karawang, Letkol Wisnu, menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian hutan Karawang melalui berbagai program terpadu yang mencakup pembangunan infrastruktur, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembangunan jembatan darurat dan perbaikan jalan rusak akibat tergerus air di Kampung Parakan Badak, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang. Upaya ini dilakukan untuk mempermudah akses warga sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
“Konsentrasi kami tidak hanya pada latihan tempur, tetapi juga pada lingkungan hutan dan masyarakat sekitarnya. Di wilayah ini, pengamanan dan pendampingan sudah kami lakukan sejak tahun 2003,” ujar Letkol Wisnu.
Selain perbaikan infrastruktur, Menlatpur Kostrad Sanggabuana juga menjalankan program peternakan domba yang tersebar di lima titik. Program tersebut bertujuan membantu meningkatkan perekonomian warga sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pemanfaatan hutan yang tidak berkelanjutan.
Kegiatan pelestarian lainnya meliputi penataan kawasan hutan, penanaman pohon keras dan pohon buah, serta edukasi kepada warga penggarap lahan hutan. Edukasi difokuskan pada pemanfaatan lahan secara bertanggung jawab dan menjaga keseimbangan ekosistem.
“Kami berkomitmen menjaga hutan Karawang, termasuk seluruh satwa yang hidup di dalamnya. Hutan harus tetap lestari untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Terkait isu perburuan liar, Dansatar Menlatpur menegaskan pengawasan terus diperketat guna melindungi satwa hutan dari aktivitas ilegal yang berpotensi merusak ekosistem.
Melalui pendekatan terpadu antara pembangunan, konservasi, dan edukasi masyarakat, Menlatpur Kostrad Sanggabuana berharap hutan Karawang tetap terjaga serta mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya. (*)
