Demo Solidaritas untuk Affan Kurniawan Ricuh di Karawang, Massa Bentrok dengan Polisi

Aksi demonstrasi di depan Mapolres Karawang yang berakhir ricuh, Jumat (29/8/2024).
KARAWANG  — METROPLUS.ID | Aksi demonstrasi besar-besaran yang dipicu oleh kematian seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan (21) terus meluas ke berbagai daerah. 


Setelah kerusuhan pecah di depan Gedung DPR RI Jakarta, kini gelombang aksi solidaritas juga terjadi di Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/8/2024).


Pantauan di lapangan, aksi di depan Mapolres Karawang awalnya berlangsung damai. Massa yang didominasi pelajar dan mahasiswa menyuarakan tuntutan keadilan bagi Affan. 


Mereka membawa poster bertuliskan “Keadilan untuk Affan” dan “Jangan Biarkan Aparat Membunuh Rakyat”.


Namun, situasi memanas saat orasi bernada tinggi bergema di halaman Mapolres. Beberapa peserta aksi mulai melempari petugas dengan botol plastik dan batu. Polisi pun bertindak cepat dengan mengamankan sejumlah pelajar yang dianggap memprovokasi kerumunan.


Kasus meninggalnya Affan Kurniawan yang diduga ditabrak kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi di depan Gedung DPR RI, Kamis (28/8/2024), memicu kemarahan publik. Demonstrasi di Jakarta hari kedua bahkan berlanjut ke Markas Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat.


Sekitar pukul 14.50 WIB, situasi memanas ketika massa melemparkan petasan dan benda-benda ke dalam kompleks Brimob. Polisi membalas dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.


Suara dentuman dan teriakan massa terdengar, sementara sejumlah pengunjuk rasa pingsan akibat paparan gas dan harus dievakuasi.


Pihak keluarga korban bersama organisasi masyarakat sipil mendesak adanya investigasi independen. Mereka menilai kasus ini bukan kecelakaan biasa, melainkan bentuk kekerasan aparat terhadap warga sipil.


“Ini bukan sekadar kecelakaan. Kami tidak akan diam sampai keadilan ditegakkan,” ujar Farhan, salah satu orator aksi di Karawang.


Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta juga mengecam keras dugaan penggunaan kekuatan berlebihan oleh aparat. Mereka menuntut pembentukan tim pencari fakta independen untuk menyelidiki kasus kematian Affan.


Kadiv Humas Polri dalam konferensi pers singkat menyatakan pihaknya akan menyelidiki insiden ini.


“Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Proses investigasi internal sedang dilakukan dan kami berkomitmen untuk transparan,” ujarnya.


Meski demikian, pernyataan itu belum meredakan kemarahan publik. Gelombang aksi solidaritas diperkirakan masih akan meluas ke berbagai daerah dalam beberapa hari mendatang. (*)

BACA JUGA
METROPLUS.ID

Subscribe YouTube Kami Juga Ya