Priatna, sesaat setelah mendaftar sebagai bakal calon Kepala Desa Mekarnaya Kecamatan Cilamaya Kulon, Rabu (2/9/2026).

KARAWANG – Konstelasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mekarmaya memasuki tahap pendaftaran bakal calon. Pada hari pertama pembukaan pendaftaran, Rabu (2/9/2026), Priatna menjadi figur pertama yang mendatangi Sekretariat Panitia Pilkades Mekarmaya untuk mengambil formulir pendaftaran.


Priatna tiba di Sekretariat Panitia Pilkades Mekarmaya sekitar pukul 10.00 WIB. Pengambilan formulir tersebut menjadi langkah awal Priatna untuk mengikuti kontestasi pemilihan kepala desa setelah sebelumnya mengantongi dukungan dari tokoh masyarakat di tiga dusun.


Anggota Panitia Pilkades Mekarmaya, Wawan, membenarkan kehadiran Priatna dan menyebutnya sebagai bakal calon pertama yang mengambil berkas pendaftaran sejak tahapan pendaftaran resmi dibuka.


“Priatna adalah pendaftar pertama yang mendatangi sekretariat untuk mengambil formulir sejak pendaftaran resmi dibuka hari ini,” kata Wawan saat ditemui di lokasi.


Wawan berharap seluruh bakal calon, tim pemenangan, kader, dan pendukung dapat menjaga iklim kompetisi Pilkades Mekarmaya tetap sehat dan kondusif. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan kedewasaan berpolitik selama seluruh tahapan pemilihan berlangsung.


“Kami berharap semua pihak dapat mengarahkan para pendukungnya untuk bersikap dewasa dan tidak mengotori pesta demokrasi ini dengan hal-hal negatif yang dapat mencoreng nama baik Desa Mekarmaya,” ujarnya.


Menanggapi hal tersebut, Priatna menegaskan komitmennya untuk menjunjung nilai demokrasi dan menjaga kondusivitas selama proses Pilkades Mekarmaya. Ia menyatakan kontestasi tersebut harus menjadi ajang adu gagasan dan edukasi politik bagi masyarakat Desa Mekarmaya.


“Kami datang dengan semangat demokrasi yang bersih dan profesional. Pesta demokrasi ini harus menjadi ajang edukasi politik yang menyejukkan bagi warga Mekarmaya, bukan justru memecah belah,” tegas Priatna usai mengambil formulir.


Priatna juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa. 


“Pemuda hari ini bukan lagi penonton di desanya sendiri. Saatnya generasi muda tampil di depan, mengambil peran strategis, dan membuktikan bahwa kita mampu membawa perubahan nyata bagi Desa Mekarmaya secara profesional dan bermartabat,” ujarnya. (*)

BACA JUGA