![]() |
| Kecelakaan truk kontainer yang terguling dan menimpa sebuah mobil sedan yang sedang melintas di jalan irigasi CKM-Johar Karawang. |
KARAWANG – Kecelakaan maut terjadi di jalur lingkar luar Tanjungpura, tepatnya di bawah jembatan Jalur CKM–Johar, Desa Kondang Jaya, Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Truk kontainer bermuatan minyak goreng terguling setelah melintasi jalur turunan sempit yang diduga bukan peruntukan kendaraan berat. Akibat insiden tersebut, tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan, kendaraan kontainer itu hendak mengirim minyak goreng ke sebuah gudang sebelum akhirnya melintasi jalur yang hanya diperuntukkan bagi kendaraan ringan.
“Jalan tersebut berukuran kecil dan secara peruntukan hanya untuk kendaraan ringan. Namun kendaraan kontainer tetap masuk ke jalur itu,” ujar AKP Sudirianto.
Berdasarkan informasi awal, truk kontainer masuk ke jalur menurun yang dikenal sempit dan rawan kecelakaan. Diduga sopir diarahkan oleh seorang warga setempat atau yang biasa disebut “pak ogah” untuk melewati jalur tersebut.
Saat melintasi turunan, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga akhirnya terguling. Peti kemas yang dibawa terlepas dan menimpa korban yang berada di sekitar lokasi. Tiga korban dinyatakan meninggal dunia di tempat.
Petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban. Proses evakuasi sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi mengalami kemacetan.
Pihak kepolisian telah mengamankan sopir truk kontainer untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, warga yang diduga mengarahkan kendaraan masuk ke jalur tersebut juga akan dimintai keterangan sebagai saksi.
Polisi masih mendalami dugaan unsur kelalaian maupun pelanggaran hukum dalam kecelakaan maut di Karawang ini. Pemeriksaan terhadap sopir, saksi, serta pihak perusahaan pengangkut akan menjadi dasar penentuan langkah hukum berikutnya.
Insiden ini kembali menyoroti pengawasan kendaraan bertonase besar di jalur yang tidak sesuai peruntukan. Minimnya pembatas fisik maupun rambu larangan bagi kendaraan berat di jalur tersebut menjadi perhatian publik.
Keberadaan “pak ogah” di sejumlah titik rawan lalu lintas juga kembali dipertanyakan. Praktik pengaturan lalu lintas tidak resmi dinilai berisiko dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan terkait kecelakaan truk kontainer di Tanjungpura, Karawang Timur tersebut. (*)
